Jumat, 06 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bank
Bank

Indonesia Terbitkan Sukuk Global US$3 Miliar, Investor Tawarkan Permintaan 2,9 Kali

✍️ Laila Amalia 🕒 06 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Suasana Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Suasana Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (10/1/2024). Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

NasabahPintar.com - Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp54,24 triliun melalui penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) di pasar global. Transaksi tersebut mendapat respons positif dari investor internasional, dengan total permintaan mencapai 2,9 kali dari nilai penerbitan.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jumat (6/11/2026), sukuk global tersebut diterbitkan dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) menggunakan format RegS/144A Trust Certificates.

Penerbitan dibagi menjadi tiga seri berdasarkan jangka waktu. Pemerintah menawarkan sukuk senilai US$500 juta dengan tenor tiga tahun, US$1 miliar untuk tenor lima tahun, serta US$1,5 miliar dengan tenor 10 tahun. Ketiganya masing-masing akan jatuh tempo pada 2029, 2031, dan 2036.

"Transaksi ini menandai keenam kalinya Pemerintah mengakses pasar Keuangan Internasional yang sebelumnya telah melakukan lima kali penerbitan tahun ini dalam mata uang USD, EUR, CNH, JPY, dan CNY dalam format konvensional," dikutip dari siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jumat (6/11/2026).

Dari sisi imbal hasil, seri SNI1129 dengan tenor tiga tahun menawarkan yield sebesar 5,45 persen. Adapun seri SNI1131 bertenor lima tahun memiliki imbal hasil 5,85 persen, sedangkan seri SNI1136 dengan tenor 10 tahun menawarkan yield 6,25 persen.

Permintaan investor mencapai 2,9 kali nilai penerbitan

DJPPR Kementerian Keuangan mencatat penerbitan sukuk tersebut memperoleh kelebihan permintaan atau oversubscription. Minat investor yang tinggi didukung strategi pemerintah dalam memanfaatkan kondisi pasar yang konstruktif serta sentimen positif setelah hasil pemilihan umum paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat.

Berdasarkan catatan akhir orderbook, permintaan untuk sukuk tenor tiga tahun mencapai 3 kali dari jumlah yang ditawarkan. Sementara itu, tenor lima tahun mencatat oversubscription sebesar 2,9 kali dan tenor 10 tahun sebesar 2,2 kali.

Secara keseluruhan, total permintaan investor terhadap ketiga seri tersebut mencapai 2,9 kali nilai penerbitan.

"Transaksi ini mendapatkan respons yang kuat sejak awal, sehingga mendorong momentum orderbook yang solid dan dapat dilakukan kompresi dari Initial Price Guidance (IPG)," sebagaimana tertulis dalam siaran pers DJPPR.

Pemerintah menilai tingginya minat dari investor berbagai kawasan menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi, pengelolaan fiskal yang prudent, serta kebijakan moneter yang kredibel.

Sejumlah lembaga keuangan internasional terlibat dalam transaksi

Dalam penerbitan sukuk global senilai US$3 miliar ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan (B&D), dan KFH Capital Investment Company K.S.C.C bertindak sebagai Joint Lead Managers sekaligus Joint Bookrunners.

Sementara itu, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dipercaya menjadi Co-Managers dalam transaksi tersebut.

Penerbitan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah mengakses pembiayaan melalui pasar keuangan internasional dengan instrumen syariah. Pembagian tenor tiga, lima, dan 10 tahun memberikan variasi jangka waktu investasi bagi investor global sekaligus memperluas sumber pembiayaan pemerintah.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update