Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bisnis
Bisnis

Sun Life Syariah Berdiri Mandiri, Bidik Pasar Generasi Sandwich

✍️ Laila Amalia 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Ilustrasi asuransi jiwa.
Ilustrasi asuransi jiwa. Foto: SHUTTERSTOCK/SEWCREAMSTUDIO

NasabahPintar.com - PT Sun Life Financial Indonesia memperkuat bisnis asuransi syariah melalui pemisahan unit usaha syariah (spin-off) menjadi perusahaan mandiri bernama PT Sun Life Financial Syariah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan layanan perlindungan keluarga, termasuk bagi generasi sandwich yang menghadapi tanggung jawab finansial lintas generasi.

Presiden Direktur Sun Life Syariah, Agung Prambudi, mengatakan status sebagai entitas mandiri memberikan ruang bagi perusahaan untuk lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Bagi kami, Amanah bukan hanya pesan, tetapi cara kami menjalankan perlindungan. Kami ingin peserta mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya, memahami perlindungan yang dimiliki, dan terus mendapatkan pendampingan ketika dibutuhkan,” ujar Agung di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Salah satu kelompok yang menjadi perhatian perusahaan adalah generasi sandwich, yakni individu yang menanggung kebutuhan finansial dirinya sendiri, anak, sekaligus orang tua. Kondisi tersebut membuat kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan keluarga menjadi semakin penting.

Perluas Jangkauan melalui Kemitraan Perbankan Syariah

Untuk memperluas akses layanan, Sun Life Syariah menjalin kerja sama dengan tiga mitra perbankan syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional. Perusahaan juga mengembangkan distribusi melalui kanal agensi.

Saat ini, Sun Life Syariah didukung 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi serta 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan pemisahan unit usaha syariah memungkinkan perusahaan lebih berfokus mengembangkan solusi perlindungan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

“Spin-off Sunlife Syariah memungkinkan kami lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia,” kata Albertus.

Menurut dia, perusahaan juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan syariah dan memperluas jangkauan layanan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal konsep perlindungan, tetapi juga memiliki akses untuk memperoleh manfaatnya.

Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Masih Perlu Diperluas

Peluang pengembangan asuransi syariah masih terbuka, terutama melalui peningkatan pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah tercatat 13,24 persen.

Perbedaan kedua angka tersebut menunjukkan adanya ruang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, termasuk produk asuransi. Peningkatan literasi juga diperlukan agar calon peserta memahami manfaat, mekanisme, dan ketentuan produk sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Seiring perubahan status menjadi entitas mandiri, Sun Life Syariah menyatakan memperkuat tata kelola perusahaan. Entitas ini memiliki Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah tersendiri serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sisi kesehatan keuangan, perusahaan mencatat rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC) sebesar 301 persen. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang ditetapkan sebesar 120 persen.

Mengedepankan Prinsip Ta'awun

Dalam menjalankan kegiatan usaha, Sun Life Syariah mengusung prinsip ta'awun atau saling tolong-menolong. Melalui prinsip tersebut, sebagian kontribusi peserta dialokasikan ke dalam dana tabarru' sesuai akad dan ketentuan syariah untuk membantu peserta lain yang mengalami risiko yang dijamin.

Agung mengatakan, semangat saling membantu menjadi bagian penting dari upaya perusahaan menghadirkan manfaat perlindungan yang lebih luas.

“Melalui prinsip ta'awun, setiap peserta menjadi bagian dari semangat untuk saling menjaga. Inilah yang kami maknai sebagai kebaikan yang meluas, ketika perlindungan yang kita miliki juga dapat membawa manfaat bagi sesama dan masyarakat yang lebih luas,” tegasnya.

Dengan status sebagai entitas mandiri, Sun Life Syariah menargetkan pengembangan bisnis yang lebih terfokus melalui penguatan produk, kemitraan distribusi, dan peningkatan pemahaman masyarakat. Kebutuhan perlindungan keluarga, khususnya bagi generasi sandwich, menjadi salah satu segmen yang dibidik perusahaan.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update