Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Saratoga (SRTG) Raup Laba Rp3,47 Triliun hingga Kuartal III 2026

✍️ Laila Amalia 🕒 31 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Harga saham di portofolio meroket di sembilan bulan pertama, namun tekanan muncul di Oktober.
Harga saham di portofolio meroket di sembilan bulan pertama, namun tekanan muncul di Oktober. Foto: Istimewa

NasabahPintar.com - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), perusahaan investasi milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, membukukan laba bersih Rp3,47 triliun hingga akhir kuartal III 2026. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp2,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja tersebut terutama ditopang keuntungan investasi pada saham dan efek lainnya dalam portofolio perseroan. Investasi pada saham-saham blue chip memberikan kontribusi sebesar Rp2,34 triliun, sementara dividen yang diterima mencapai Rp1,74 triliun.

Selain itu, investasi pada perusahaan berkembang menyumbang keuntungan Rp639,12 miliar. Adapun investasi di sektor teknologi digital, termasuk pengelola pusat data Digital Realty Bersama (DRB), memberikan kontribusi Rp17,15 miliar.

Saham tambang jadi kontributor portofolio Saratoga

Mengutip laman resmi Saratoga, perseroan memiliki investasi pada sejumlah perusahaan tambang besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepemilikan tersebut meliputi 4,38 persen saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), 4,08 persen saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), serta 19,37 persen saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Berdasarkan data IDNFinancials, sepanjang periode awal tahun hingga 30 September 2026, saham AADI mencatat kenaikan 55,32 persen. Saham ADRO menguat 33,52 persen, sedangkan MDKA naik 23,61 persen.

Meski demikian, kenaikan harga saham tertinggi di antara portofolio yang disebutkan datang dari PT Samator Indo Gas Tbk (AGII). Saham perusahaan tersebut melonjak 116,35 persen dalam sembilan bulan pertama 2026. Saratoga tercatat memiliki 10 persen saham AGII per September 2026.

Saratoga juga memiliki kepemilikan mayoritas sebesar 57,67 persen di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Emiten yang dikenal rutin membagikan dividen tersebut memiliki rata-rata dividend yield sekitar 12,92 persen dalam tiga tahun terakhir.

Hingga September 2026, saham MPMX tercatat naik 5,70 persen. Perusahaan tersebut merupakan distributor Honda di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di antara portofolio saham Saratoga, hanya dua emiten yang mencatat penurunan harga saham hingga akhir September 2026, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Masing-masing mengalami penurunan 43,27 persen dan 67,96 persen.

Sementara itu, saham SRTG menguat 14,84 persen hingga September 2026. Namun, sepanjang Oktober, harganya terkoreksi 9,27 persen dan ditutup di level Rp1.615 per saham pada Jumat (30/10/2026).

Kinerja sejumlah saham portofolio melemah pada Oktober

Meski portofolio Saratoga mencatatkan kinerja positif hingga September, pergerakan sejumlah saham investasinya menunjukkan pelemahan sepanjang Oktober 2026.

AADI menjadi satu-satunya saham dalam daftar portofolio yang masih mencatat pertumbuhan, yakni sebesar 4,79 persen selama bulan tersebut.

Sebaliknya, MDKA mengalami penurunan paling dalam, mencapai 35,59 persen. Saham TBIG dan NRCA juga melanjutkan pelemahan dengan koreksi masing-masing 31,53 persen dan 24,86 persen.

Saham AGII turut turun 2,33 persen, sedangkan ADRO melemah 1,23 persen. Adapun harga saham MPMX tercatat relatif stabil atau tidak mengalami perubahan sepanjang Oktober.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan portofolio hingga September tidak sepenuhnya berlanjut pada bulan berikutnya.

Edwin Soeryadjaya masih menjadi pemegang saham terbesar

Berdasarkan data IDNFinancials, Edwin Soeryadjaya masih menjadi pemegang saham terbesar Saratoga dengan kepemilikan 35,96 persen per September 2026.

Posisi berikutnya ditempati PT Unitras Pertama dengan kepemilikan 24,84 persen, disusul Sandiaga Salahuddin Uno sebesar 21,51 persen.

Sementara itu, porsi saham yang beredar di publik atau free float tercatat sebesar 11,81 persen, masih di bawah batas minimum yang disebutkan dalam data tersebut.

Edwin Soeryadjaya juga tercatat terus menambah kepemilikannya dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data per 29 Oktober 2026, kepemilikan Edwin di SRTG telah mencapai 36,09 persen.

Dengan laba bersih Rp3,47 triliun hingga kuartal III 2026, Saratoga mencatatkan pembalikan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pelemahan sejumlah saham portofolio sepanjang Oktober menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan dalam melihat pergerakan investasi perseroan berikutnya.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update