Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun hingga September 2026

✍️ Laila Amalia 🕒 30 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Para ASN Provinsi Riau di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (2/1/2023).
Para ASN Provinsi Riau di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (2/1/2023). Foto: dok. Pemprov Riau

NasabahPintar.com - Realisasi investasi Provinsi Riau mencapai Rp47,91 triliun sepanjang Januari–September 2026. Capaian tersebut setara 66,09% dari target investasi tahun ini sebesar Rp72,5 triliun.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,70 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,21 triliun. Investasi itu juga menyerap 41.632 tenaga kerja Indonesia.

Kepala DPMPTSP Provinsi Riau Vera mengatakan, pada Triwulan III 2026 atau periode Juli–September, realisasi investasi mencapai Rp14,83 triliun. Nilai tersebut berasal dari PMDN sebesar Rp12,54 triliun dan PMA sebesar Rp2,29 triliun, dengan penyerapan 16.197 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan lokasi proyek, lima daerah dengan kontribusi investasi terbesar pada Triwulan III 2026 adalah Kota Dumai sebesar Rp2,76 triliun, Kabupaten Bengkalis Rp2,41 triliun, Kabupaten Kampar Rp2,12 triliun, Kota Pekanbaru Rp1,93 triliun, dan Kabupaten Siak Rp1,84 triliun.

“Sementara itu, lima negara asal investasi asing terbesar meliputi Singapura, Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong RRT, dan Bermuda,” kata Vera, Selasa (27/10/2026).

Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar pada periode tersebut berasal dari kehutanan sebesar Rp5,86 triliun. Berikutnya, industri makanan mencatatkan investasi Rp2,24 triliun, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp1,48 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp1,33 triliun, serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp1,32 triliun.

Riau peringkat kedua investasi di Sumatera

Secara nasional, Riau menempati peringkat ke-12 dalam realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA pada Triwulan III 2026. Untuk PMDN, Riau berada di peringkat ketujuh, sedangkan realisasi PMA menempatkan provinsi tersebut di peringkat ke-15 nasional.

Di tingkat Sumatera, Riau berada di peringkat kedua untuk capaian investasi gabungan PMDN dan PMA.

Sementara itu, berdasarkan lokasi proyek sepanjang Januari–September 2026, lima daerah dengan kontribusi investasi terbesar adalah Kota Pekanbaru sebesar Rp9,28 triliun atau 19,37%, Kota Dumai Rp8,34 triliun atau 17,40%, Kabupaten Kampar Rp7,41 triliun atau 15,47%, Kabupaten Bengkalis Rp5,19 triliun atau 10,84%, serta Kabupaten Pelalawan Rp5,15 triliun atau 10,75%.

Adapun lima sektor usaha dengan realisasi investasi terbesar secara kumulatif meliputi kehutanan; transportasi, pergudangan dan telekomunikasi; industri makanan; tanaman pangan, perkebunan dan peternakan; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Vera mengatakan, DPMPTSP Provinsi Riau telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Koordinasi juga dilakukan bersama DPMPTSP kabupaten/kota melalui identifikasi perusahaan, pendampingan perbaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), serta konfirmasi terhadap rencana realisasi investasi pada Triwulan IV 2026.

“Kami berharap langkah-langkah ini dapat mendorong peningkatan realisasi investasi pada Triwulan IV, sekaligus memperkuat akurasi dan kualitas pelaporan investasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan media diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi secara berimbang. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui capaian investasi, tetapi juga memahami upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi investasi Riau.

Riau dorong promosi investasi melalui Riau Expo 2026

Selain memperkuat koordinasi pelaporan investasi, Pemerintah Provinsi Riau berupaya memperluas promosi dan membuka peluang investasi baru melalui penyelenggaraan IMT-GT Trade Fair & Investment – Riau Expo 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi dan proyek investasi unggulan Riau kepada calon investor, terutama dari negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Melalui promosi peluang investasi dan fasilitasi business matching, pemerintah berupaya mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor potensial. Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti menjadi komitmen investasi hingga realisasi yang memberikan manfaat bagi daerah.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update