Investasi Properti Capai Rp120,4 Triliun hingga September 2026
NasabahPintar.com - Realisasi investasi pada sektor properti yang meliputi subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp120,4 triliun sepanjang Januari–September 2026. Nilai tersebut setara dengan 7,8 persen dari total realisasi investasi gabungan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian itu menempatkan sektor properti pada posisi kelima dalam daftar subsektor dengan realisasi investasi terbesar secara gabungan PMDN dan PMA.
Dari total tersebut, kontribusi investor domestik mencapai Rp80,4 triliun atau 10,6 persen dari keseluruhan realisasi PMDN. Sementara itu, investasi asing tercatat sebesar Rp40 triliun, setara 5,1 persen dari total realisasi PMA.
Jika dipisahkan berdasarkan kategori penanaman modal, subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menempati peringkat keempat dalam realisasi PMDN. Nilainya berada di bawah sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp117,8 triliun; pertambangan Rp102,9 triliun; serta jasa lainnya Rp95,3 triliun.
Peringkat yang sama juga ditempati sektor properti dalam kategori PMA. Dengan realisasi Rp40 triliun, subsektor ini berada di bawah industri logam dasar dan barang logam yang mencapai Rp246,6 triliun, jasa lainnya Rp100,4 triliun, serta pertambangan Rp40,7 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan kontribusi sektor properti terhadap arus investasi domestik maupun asing selama sembilan bulan pertama 2026.
Data realisasi investasi tersebut dihitung menggunakan asumsi kurs dalam APBN sebesar Rp16.500 per dollar AS, dengan penyajian nilai dalam satuan triliun rupiah.
