Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › News
News

Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Lalu Lintas Ramai Lancar dan Ini 5 Tuntutannya

✍️ Laila Amalia 🕒 28 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Arus lalu lintas di sekitar HI tepat di Jalan Jenderal Sudirman masih terpantau lancar menjelang Aksi #IndonesiaSadar dari aliansi Bem UI, Rabu (28/10/2026)
Arus lalu lintas di sekitar HI tepat di Jalan Jenderal Sudirman masih terpantau lancar menjelang Aksi #IndonesiaSadar dari aliansi Bem UI, Rabu (28/10/2026) Foto: Arus lalu lintas di sekitar HI tepat di Jalan Jenderal Sudirman masih terpantau lancar menjelang Aksi #IndonesiaSadar dari aliansi Bem UI, Rabu (28/10/2026)

NasabahPintar.com - Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terpantau ramai lancar pada Rabu (28/10/2026), menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada pukul 11.45 WIB, kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Semanggi menuju Bundaran HI masih dapat melintas tanpa hambatan berarti. Kondisi serupa juga terlihat pada arus kendaraan dari Jalan MH Thamrin menuju kawasan tersebut.

Meski lalu lintas masih berjalan lancar, aparat kepolisian mulai memperketat pengamanan di sekitar lokasi. Sejumlah personel terlihat berjaga di depan Gedung UOB. Tiga kendaraan taktis (rantis) dan satu mobil barracuda juga disiagakan di kawasan itu.

BEM UI dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI pada pukul 14.00 WIB. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, memastikan demonstrasi mahasiswa akan dipusatkan di lokasi tersebut.

"Di HI saja ya jam 14.00 WIB," ujar Namora saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/10/2026).

Namora menjelaskan, mahasiswa UI yang mengikuti aksi akan berangkat bersama perwakilan dari fakultas masing-masing.

BEM UI Bawa Lima Tuntutan

Dalam demonstrasi tersebut, BEM UI bersama elemen masyarakat sipil akan menyampaikan lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.

Menurut Namora, tuntutan tersebut dibagi berdasarkan lima sektor dan memiliki sejumlah kesamaan dengan aspirasi yang disuarakan dalam aksi pada 20 Oktober 2026.

"Ada lima (tuntutan) sebenarnya dari kita ya. Kita membaginya menggunakan lima sektor dan tidak terlalu berbeda dari sektor dan juga tuntutan yang dibawa (saat demo) di tanggal 20 Oktober (2026)," kata Namora saat ditemui dalam kegiatan konsolidasi aksi #IndonesiaSadar di Pusgiwa UI, Depok, Senin (26/10/2026) malam.

Berikut lima tuntutan yang akan disuarakan dalam demonstrasi di Bundaran HI.

1. Mendesak penetapan status bencana nasional

Pada sektor lingkungan, BEM UI dan elemen masyarakat sipil mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk sejumlah bencana ekologis di Indonesia.

Tuntutan tersebut mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta bencana ekologis di wilayah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Sumatera.

Mahasiswa menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap berbagai bencana tersebut. Mereka juga mempertanyakan alasan belum ditetapkannya status bencana nasional.

"Kami tidak mengerti alasan kenapa pemerintah tidak kunjung mau menetapkan sebagai status bencana nasional. Parameter hukum sudah jelas, benefit-nya sudah jelas, tapi mungkin pemerintah dengan egonya itu masih menolak untuk mengakui," jelasnya.

2. Mendorong APBN berpihak pada kebutuhan masyarakat

Di bidang ekonomi, BEM UI meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran untuk program populis yang mereka nilai lebih mengutamakan kepentingan politik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi dua contoh kebijakan yang disoroti dalam tuntutan tersebut.

3. Menuntut penurunan biaya pendidikan

Dalam sektor pendidikan dan layanan dasar, BEM UI mendesak pemerintah menurunkan biaya pendidikan agar masyarakat memiliki akses belajar yang lebih terjangkau.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerataan layanan dasar sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih merata.

4. Mendesak pemberantasan KKN dan penyalahgunaan hukum

Pada sektor reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, BEM UI menuntut penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan.

Mahasiswa juga mendorong pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sebagai bagian dari perbaikan tata kelola pemerintahan.

5. Meminta perlindungan HAM dan kebebasan berpendapat

Tuntutan kelima berkaitan dengan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi. BEM UI meminta pemerintah melindungi kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat maupun kritik.

Mereka juga mendesak penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyuarakan kritik.

Kelima tuntutan tersebut akan disampaikan dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung di Bundaran HI pada Rabu pukul 14.00 WIB. Menjelang pelaksanaan demonstrasi, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih ramai lancar, sementara aparat kepolisian telah menyiagakan personel dan kendaraan taktis untuk pengamanan.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update