Bupati Herdiat Sunarya: Pelatihan dan Pendampingan Siapkan Produk Lokal Ciamis Jangkau Pasar Lebih Luas
NasabahPintar.com - Pemerintah Kabupaten Ciamis mengalokasikan Rp500 juta untuk mendukung pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Dukungan ini menjadi upaya memperkuat ekonomi masyarakat saat anggaran pembangunan terbatas.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikannya dalam Sosialisasi Akuntabilitas Keuangan Negara untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM Daerah di Gedung Islamic Centre Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Pelatihan dan Pendampingan untuk UMKM
Menurut Herdiat, perluasan pasar tidak cukup dengan promosi. Pelaku usaha juga perlu memastikan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran sesuai kebutuhan konsumen. Karena itu, Pemkab Ciamis mendorong pelatihan dan pendampingan agar produk UMKM lebih siap bersaing.
“Para pelaku UMKM harus terus semangat. Kita akan berupaya membantu melalui pelatihan dan pendampingan agar produk-produk lokal kita semakin siap dipasarkan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Herdiat.
Salah satu produk yang dinilai berpeluang berkembang adalah kopi Ciamis, yang disebut telah menembus pasar mancanegara. Pengembangan lebih lanjut dapat ditempuh lewat peningkatan kualitas, pengemasan, dan perluasan jaringan pemasaran. Dukungan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak penjualan, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat pendapatan warga.
Alasan Penguatan Ekonomi Lokal
Kabupaten Ciamis berpenduduk sekitar 1,33 juta jiwa yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian. Penguatan ekonomi lokal, termasuk lewat UMKM, dinilai penting untuk memperluas peluang usaha dan menaikkan pendapatan masyarakat.
APBD Terbatas, Gotong Royong Jadi Kunci
Herdiat menjelaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam beberapa tahun terakhir memengaruhi sejumlah program pembangunan.
“Selama tiga tahun terakhir, kondisi APBD kita sangat terbatas akibat pengurangan anggaran. Dampaknya masih terasa sampai sekarang, terlebih kondisi APBD Ciamis belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.
Meski begitu, ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan bergotong royong mendorong pembangunan, termasuk memperkuat sektor ekonomi.
“Kita tetap harus semangat dan optimistis. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bahu-membahu bersama seluruh elemen masyarakat untuk memajukan Kabupaten Ciamis, baik dalam sektor pembangunan, keagamaan, maupun bidang lainnya,” tegas Herdiat.
WTP 13 Kali Berturut-turut
Dalam kesempatan yang sama, Herdiat menyebut Pemkab Ciamis mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 13 kali berturut-turut. Ia juga mengapresiasi partisipasi warga, termasuk semangat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan, yang turut berperan dalam pengakuan Ciamis sebagai kota kecil terbersih tingkat ASEAN. Capaian itu dinilai bagian dari upaya membangun secara bertanggung jawab di tengah ruang fiskal yang terbatas.
Dorongan dari DPR
Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Kapoksi Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Shohibul Imam, mengapresiasi upaya Pemkab Ciamis menjaga tata kelola dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Ia mendorong penguatan UMKM lewat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan pembukaan akses pasar. Shohibul juga mengajak pemerintah daerah meningkatkan edukasi soal bahaya judi daring dan menyinggung potensi Danantara dalam mendukung pembiayaan pembangunan.
Lewat sosialisasi ini, Pemkab Ciamis diharapkan meningkatkan akuntabilitas keuangan sekaligus memperkuat dukungan bagi UMKM. Perpaduan pendampingan usaha, akses pembiayaan, dan strategi pemasaran diharapkan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi warga.
