Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bank
Bank

Bank BJB Catat Laba Bersih Rp1,34 Triliun hingga September 2026

✍️ Laila Amalia 🕒 29 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Karyawan melayani nasabah di kantor Bank bjb (BJBR).
Karyawan melayani nasabah di kantor Bank bjb (BJBR). Foto: Istimewa

NasabahPintar.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,34 triliun hingga 30 September 2026. Kinerja tersebut didukung laba operasional sebesar Rp1,69 triliun serta pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp5,61 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang diterbitkan Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (29/10/2026), Bank BJB mencatat pendapatan bunga konsolidasi sebesar Rp12,39 triliun. Pada periode yang sama, beban bunga perseroan mencapai Rp6,78 triliun sehingga menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,61 triliun.

Di sisi lain, perseroan membukukan beban bersih operasional lainnya sebesar Rp3,91 triliun. Meski terdapat beban tersebut, laba operasional konsolidasi Bank BJB tetap tercatat sebesar Rp1,69 triliun hingga akhir September 2026.

Sejumlah sumber pendapatan turut menopang kinerja perseroan. Pendapatan komisi, provisi, dan administrasi tercatat sebesar Rp1,20 triliun, sedangkan pendapatan lainnya mencapai Rp176,37 miliar. Bank BJB juga memperoleh keuntungan dari penjualan aset keuangan sebesar Rp253,12 miliar.

Dalam pengelolaan risiko keuangan, perseroan mencatat kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment sebesar Rp691,92 miliar. Adapun beban tenaga kerja mencapai Rp2,30 triliun dan beban promosi sebesar Rp177,74 miliar.

Kredit Bank BJB Capai Rp142,34 Triliun

Dari sisi intermediasi perbankan, penyaluran kredit konsolidasi Bank BJB mencapai Rp142,34 triliun per 30 September 2026. Selain kredit, perseroan menempatkan dana sebesar Rp12,01 triliun di Bank Indonesia dan Rp1,02 triliun pada bank lain.

Bank BJB juga memiliki surat berharga senilai Rp38,52 triliun. Sementara itu, surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali atau repo tercatat sebesar Rp15,26 triliun.

Secara keseluruhan, total aset konsolidasi perseroan mencapai Rp219,66 triliun pada akhir September 2026. Dari jumlah tersebut, total liabilitas tercatat sebesar Rp203,02 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp16,64 triliun.

Pada sisi penghimpunan dana, saldo giro konsolidasi Bank BJB mencapai Rp27,13 triliun. Tabungan tercatat sebesar Rp41,22 triliun, sementara deposito mencapai Rp87,25 triliun.

Adapun laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,34 triliun terdiri atas laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1.085,54 miliar dan bagian kepentingan nonpengendali sebesar Rp262,08 miliar.

Rasio Keuangan Bank BJB per September 2026

Sejumlah rasio keuangan turut menggambarkan kondisi kinerja Bank BJB hingga akhir September 2026. Rasio pengembalian aset atau return on asset (ROA) tercatat sebesar 0,93%, sedangkan return on equity (ROE) mencapai 9,66%.

Sementara itu, net interest margin (NIM) perseroan berada pada level 3,73%. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar 88,71%, sedangkan cost to income ratio (CIR) mencapai 66,30%.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,87% dan NPL net sebesar 1,56%. Adapun rasio aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif berada di level 2,05%.

Untuk permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank BJB tercatat sebesar 19,87%.

Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 86,80%. Pada aspek likuiditas, liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 249,26%, sedangkan net stable funding ratio (NSFR) berada di level 102,72%.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update