Selasa, 03 Nov 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bisnis
Bisnis

Airlangga Percepat Penyelesaian Hambatan Usaha Perusahaan AS di Indonesia

✍️ Laila Amalia 🕒 28 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan saat acara BIG Downstream Insight 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan saat acara BIG Downstream Insight 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Foto: Bisnis-Fanny Kusumawardhani

NasabahPintar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan mempercepat penyelesaian hambatan usaha (debottlenecking) yang dialami perusahaan Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Upaya ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan operasional perusahaan sekaligus menjaga daya saing Indonesia dalam menarik investasi asing.

Komitmen tersebut disampaikan Airlangga setelah menerima delegasi US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/10/2026) sore. Pertemuan itu dihadiri perwakilan perusahaan AS dari sejumlah sektor, antara lain teknologi digital, manufaktur, kesehatan, produk konsumen, dan kedirgantaraan.

Airlangga menyebut perusahaan-perusahaan tersebut menyampaikan berbagai kendala yang mereka alami selama menjalankan bisnis di Indonesia.

"Mereka [pengusaha AS] menyampaikan apa yang mereka hadapi selama ini di Indonesia, karena sebagian besar kan perusahaan-perusahaan tersebut sudah beroperasi di Indonesia," ungkap Airlangga kepada awak media usai pertemuan.

Pemerintah akan menampung laporan tersebut dan mengoordinasikan tindak lanjutnya dengan kementerian serta lembaga terkait. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan yang menghambat kegiatan usaha.

"Jadi, jika Anda [pengusaha] memiliki permintaan lain atau menghadapi tantangan tertentu, mari kita coba cari solusinya bersama," kata Airlangga.

Pemerintah Dorong Investasi Teknologi dan Semikonduktor

Selain menangani hambatan bisnis, pemerintah berupaya menarik investasi asing yang membawa transfer teknologi dan keahlian. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri semikonduktor, yang dinilai berpotensi memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Pasar semikonduktor Indonesia diproyeksikan meningkat dari US$5,08 miliar pada 2025 menjadi US$7,07 miliar pada 2030. Potensi pertumbuhan tersebut menjadi salah satu peluang untuk mendorong masuknya modal dan teknologi dari investor internasional.

Hubungan ekonomi Indonesia dan AS juga tercermin dalam nilai perdagangan bilateral. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, perdagangan kedua negara mencapai US$32,34 miliar, tumbuh 11,82% secara tahunan (year on year/YoY).

Capaian itu menempatkan AS sebagai negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Dari sisi penanaman modal, investasi AS yang terealisasi di Indonesia sejak awal tahun hingga akhir September 2026 mencapai US$3,4 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni US$3 miliar.

Dengan realisasi tersebut, AS berada di posisi keempat sebagai investor asing terbesar di Indonesia.

Indonesia Tunggu Keputusan AS soal Section 301

Di tengah upaya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, Airlangga juga menyoroti pembahasan sejumlah persoalan bilateral, termasuk kebijakan Section 301 dan isu excess capacity atau kelebihan kapasitas produksi.

Indonesia saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah AS terkait kedua isu tersebut. Airlangga berharap pembahasannya dapat segera diselesaikan agar hubungan ekonomi kedua negara tetap terjaga.

"Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama lagi ini [pembahasan kebijakan Section 301 dan excess capacity] akan bisa diselesaikan," kata Airlangga.

Pemerintah berharap percepatan penyelesaian hambatan usaha, peningkatan investasi berbasis teknologi, dan penyelesaian isu perdagangan bilateral dapat mendukung kelangsungan bisnis perusahaan AS sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan AS.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update