Jumat, 23 Okt 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bisnis
Bisnis

Survei Kadin: 58,2 Persen Pelaku Usaha Konstruksi Kurang Siap Hadapi Bencana Alam

✍️ Laila Amalia 🕒 22 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Inonesia (KADIN), Anindya Novyan Bakrie saat menyampaikan konferensi pers terkait Business Pulse Q3 di kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Inonesia (KADIN), Anindya Novyan Bakrie saat menyampaikan konferensi pers terkait Business Pulse Q3 di kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: CNBC Indonesia/Martyasari

NasabahPintar.com - Sebanyak 58,2 persen pelaku usaha di sektor konstruksi mengaku kurang siap atau tidak siap menghadapi bencana alam dan cuaca ekstrem. Kondisi ini mengkhawatirkan karena gangguan lingkungan dapat menaikkan biaya operasional, menekan penjualan, serta menghambat transportasi dan logistik.

Temuan itu berasal dari survei Kadin Business Pulse Kuartal III-2026. Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian memaparkannya dalam konferensi pers di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Survei menunjukkan 57,9 persen pelaku usaha anggota Kadin terdampak bencana alam atau gangguan lingkungan dalam 12 bulan terakhir.

“Dari total responden kita, 57,9% itu dari anggota Kadin menyatakan bahwa usaha mereka terdampak,” ujar Fakhrul dalam konferensi pers di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Biaya Operasional Paling Terdampak

Dampak yang paling banyak dirasakan adalah naiknya biaya operasional, dilaporkan 13,5 persen responden. Disusul penurunan penjualan atau permintaan sebesar 11,8 persen, dan gangguan transportasi serta logistik sebesar 10,8 persen.

Kesiapan Konstruksi Tergolong Rendah

Secara keseluruhan, hanya 43,7 persen pelaku usaha yang menyatakan siap menghadapi bencana, sedangkan 44,5 persen mengaku kurang siap atau tidak siap. Di sektor konstruksi, hanya 30,2 persen yang siap.

Fakhrul menilai kondisi ini perlu diperhatikan karena kegiatan konstruksi sangat bergantung pada cuaca dan aktivitas di luar ruangan. Selain konstruksi, industri pengolahan juga disebut perlu diperkuat kesiapannya.

Karhutla Pengaruhi Sektor Properti

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu gangguan yang paling banyak dilaporkan, yakni oleh 13 persen responden. Dampaknya terasa di sektor properti: 21,4 persen responden real estat melaporkan karhutla atau kabut asap memengaruhi usaha mereka.

“Karhutla ini mempengaruhi keputusan orang untuk membeli rumah atau membangun bangunan,” ucapnya.

Investasi Menurun, Pelaku Usaha Wait and See

Risiko bencana menambah tantangan di tengah turunnya rencana investasi. Proporsi pelaku usaha yang berencana berinvestasi dalam enam bulan ke depan turun menjadi 32,4 persen pada kuartal III-2026 dari 34,4 persen pada kuartal sebelumnya, dan telah menurun tiga kuartal berturut-turut.

Menurut Fakhrul, tekanan bisnis mulai mereda, namun belum membuat pelaku usaha lebih optimistis. Sebagian memilih menunggu perkembangan situasi.

“Tekanan mereda, tapi pelaku usaha banyaknya berubahnya nggak ke optimis. Dari tadinya bisnis dilihat agak berat, itu berubah menjadi wait and see,” ujar dia.

Rekomendasi Kadin

Kadin Indonesia Institute merekomendasikan penguatan ketahanan usaha lewat pengembangan sistem peringatan dini, perlindungan infrastruktur dan jalur logistik, serta dukungan pembiayaan bagi usaha terdampak bencana. Upaya mitigasi ini dinilai kian penting karena risiko El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal 2027.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update