Senin, 19 Okt 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Bank
Bank

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp1,9 Triliun, Tumbuh Lebih dari Lima Kali Lipat

✍️ Laila Amalia 🕒 16 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Ilustrasi Bank Muamalat
Ilustrasi Bank Muamalat Foto: Dok. Bank Muamalat

NasabahPintar.com – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan outstanding pembiayaan emas lewat produk Solusi Emas Hijrah senilai Rp1,9 triliun hingga Agustus 2026. Angka itu melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah rekening nasabah ikut naik lebih dari tiga kali lipat secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menyebut capaian ini menjadi salah satu penopang utama bisnis konsumer perseroan. Menurutnya, pembiayaan emas juga berkaitan dengan upaya masyarakat membangun kepemilikan aset secara bertahap untuk kebutuhan finansial di masa depan. “Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan. Emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, kepemilikan kendaraan dan rumah, serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Emas Dinilai Menjaga Nilai, tetapi Perlu Tujuan Jelas

Ricky menjelaskan emas merupakan aset riil yang secara historis mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, minat terhadap emas sebagai penjaga nilai kekayaan juga terus meningkat. Meski begitu, ia mengingatkan agar kepemilikan emas tidak semata-mata dipicu momentum kenaikan harga. Masyarakat diminta memiliki tujuan yang jelas dan menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan keuangan masing-masing.

Pembiayaan hingga 500 Gram, Tenor 10 Tahun

Lewat Solusi Emas Hijrah, Bank Muamalat menyediakan pembiayaan kepemilikan emas hingga 500 gram dengan pilihan kepingan yang bisa disesuaikan kebutuhan nasabah. Jangka waktu angsuran mencapai 10 tahun, dengan uang muka (down payment/DP) mulai dari nol persen. Skema ini disebut dapat disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial nasabah.

Pengajuan pembiayaan didukung aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Menurut bank, digitalisasi tersebut membuat proses pengajuan lebih cepat, praktis, dan fleksibel.

Di tengah kenaikan pembiayaan, bank menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) Solusi Emas Hijrah tercatat nol persen.

Bidik Ritel dan Kelas Menengah

Bank Muamalat menilai peluang pertumbuhan pembiayaan emas syariah masih terbuka, terutama di segmen ritel dan kelompok kelas menengah yang sedang berkembang (emerging middle class). Perseroan memperkirakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membangun aset sejak dini akan memperluas kebutuhan produk kepemilikan emas yang mudah diakses dan sesuai prinsip syariah. “Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan,” kata Ricky.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update