IHSG Anjlok, Warga Serbu Money Changer Jakarta Pusat, Dolar AS Tembus Rp18.000
Jakarta - Rupiah melemah ke level Rp18.045 per dolar AS menurut data Refinitiv, dan sejumlah money changer di Jakarta Pusat ramai didatangi warga pada Senin (19/10/2026). Pelaku usaha penukaran valuta asing menyebut lonjakan permintaan dolar AS sejak IHSG terjun pada Jumat (16/10/2026) ikut mendorong naiknya harga mata uang tersebut.
Supervisor PT Daffa Indo Valuta, Aris Permana, mengatakan warga ramai memborong dolar AS setelah IHSG anjlok akibat langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Menurutnya, permintaan yang tidak diimbangi pasokan membuat harga dolar AS naik.
“Justru waktu itu malah banyak yang beli. Nah, makanya kenapa dolar AS nya di hari Jumat naik itu karena peminat dolar AS-nya meningkat daripada yang jualnya,” ujar Aris saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/10/2026).
Aris memperkirakan harga dolar AS bisa turun kembali bila pasokan di pasar bertambah. Ia tidak merinci jumlah pembeli maupun besaran kenaikan transaksi dibanding periode sebelumnya. PT Daffa Indo Valuta sendiri menetapkan kurs jual dolar AS Rp18.120 pada Senin.
Warga Ramai Menukar Dolar
Di VIP Money Changer, Jakarta Pusat, hampir semua konter dipadati pengunjung hingga pukul 11.00 WIB. Salah satunya Adil Haryono (57), pekerja yang menukar US$10.000 ke rupiah dengan kurs Rp18.020 per dolar AS dan menerima Rp180,2 juta. Ia mengaku tingginya nilai dolar AS menjadi pertimbangan utamanya.
“Pengaruh yang lebih signifikan karena makin tingginya nilai dolar aja,” ujar Adil saat berbincang dengan CNBC Indonesia.
“Kita semua tahu ya kondisi Indonesia saat ini kita tahu ya semuanya. Nilai rupiah hampir enggak ada harganya gitu ya,” ujarnya.
- Laba Bank Mandiri Tumbuh 20,7% Jadi Rp45,5 Triliun, Kredit Tembus Rp1.605,8 Triliun
- BRI Danareksa Sekuritas mencatat sejumlah hal yang perlu dicermati investor, antara lain nilai setoran modal untuk pendirian anak usaha, perolehan kontrak pertama PT DH Logistik, serta potensi dominas
- Danantara Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi di Forum Investasi Teknologi 2026
IHSG Masih Tertekan
Pada Senin, IHSG masih bergerak di zona merah. Hingga pukul 10.29 WIB, indeks berada di 4.916,81, turun 268,30 poin atau 5,17%, setelah dibuka di 4.961,88. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi intraday 4.974,66, lalu kembali tertekan hingga terendah 4.907,37 atau terkoreksi sekitar 5,4%.
Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), IHSG sempat anjlok hingga 11,12% setelah MSCI membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final ditargetkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
Sorotan MSCI dan Pembekuan Indeks
MSCI menyoroti kekhawatiran investor soal transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan efektivitas penegakan aturan. Meski regulator sudah mengumumkan sejumlah reformasi, MSCI menilai kemajuannya belum memadai dan konsisten.
Selain itu, MSCI mempertahankan pembekuan perubahan indeks saham Indonesia: tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambah saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), serta tidak menaikkan saham ke segmen indeks berkapitalisasi lebih besar.
Pelaku pasar dapat memberi tanggapan atas konsultasi itu hingga 30 April 2027. MSCI menyatakan rencana reklasifikasi bisa ditinjau ulang jika hasil konsultasi menunjukkan perbaikan material pada tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.
