Senin, 19 Okt 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › News
News

Di CB Fest 2026, Wamenkeu Ungkap Strategi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

✍️ Laila Amalia 🕒 28 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung Foto: Istimewa

nasabahpintar.com - Kementerian Keuangan menegaskan pentingnya memperkokoh daya tahan fiskal serta sektor keuangan nasional guna membendung dampak ketidakpastian global dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Langkah krusial ini diambil di tengah membumbungnya ancaman geopolitik, fragmentasi pasar keuangan, disrupsi teknologi, hingga tersendatnya rantai pasok dunia.

Ditegaskan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung, keterkaitan antar-risiko global saat ini kian rumit. Konflik geopolitik berpotensi mengganggu pasokan energi dan memicu lonjakan inflasi yang berantai pada suku bunga global, fluktuasi nilai tukar, hingga membengkaknya biaya pembiayaan. Oleh sebab itu, peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi sangat vital sebagai peredam kejut (shock absorber) untuk melindung publik dan menopang sektor produktif tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal.

“Strategi fiskal harus tetap adaptif, prudent, dan berorientasi pada pertumbuhan; melindungi perekonomian saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan.” ujar Wamenkeu.

Selain fondasi fiskal, stabilitas dan inklusivitas sektor keuangan turut dipandang sebagai pilar utama. Industri perbankan dituntut tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, melainkan aktif mendorong produktivitas UMKM, memicu inovasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional.

Menanggapi pesatnya transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), Wamenkeu menekankan perlunya tata kelola serta manajemen risiko yang tangguh. Efisiensi sistem keuangan harus diimbangi dengan penyediaan buffers (bantal penahan) dan skenario kontingensi agar kepercayaan publik serta kontinuitas layanan tetap terjaga.

Guna memastikan sinergi yang solid, koordinasi lintas otoritas melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menyelaraskan kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, dan regulasi keuangan.

“Ketahanan bukan berarti tidak adanya guncangan. Ketahanan adalah kemampuan kita untuk menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bergerak maju tanpa kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik.” Tegas Wamenkeu.

Pernyataan tersebut disampaikan Juda Agung dalam keynote speech pada ajang Central Banking Service Festival (CB Fest) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (28/9). Mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth”, forum strategic ini menghimpun pembuat kebijakan, bank sentral, lembaga keuangan, hingga akademisi untuk merumuskan langkah responsif terhadap ketidakpastian global.

Melalui keikutsertaan dalam CB Fest 2026, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan APBN, mempererat kolaborasi bersama Bank Indonesia dan otoritas terkait, serta memperluas sinergi internasional demi mempertahankan kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update