Sabtu, 24 Okt 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Danantara Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi di Forum Investasi Teknologi 2026

✍️ Laila Amalia 🕒 23 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
konferensi pers terkait Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Senin (19/10/2026)
konferensi pers terkait Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Senin (19/10/2026) Foto: Dokumentasi Danantara

NasabahPintar.com - Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini ditujukan untuk mempertemukan investor, ilmuwan, dan pemimpin perusahaan teknologi global dengan peluang investasi dan industrialisasi di Indonesia.

DTIIF 2026 akan membahas pengembangan industri berbasis teknologi dan inovasi, sekaligus memaparkan peluang investasi di enam sektor strategis, mulai dari energi, material maju, dan semikonduktor hingga kecerdasan buatan (AI) serta infrastruktur digital.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri berbasis teknologi yang ditopang investasi jangka panjang.

Indonesia dinilai memiliki modal berupa sumber daya mineral yang melimpah dan pasar domestik yang besar, serta akses ke pasar Asia Tenggara. Namun, pengembangan talenta dan industri perlu dilakukan secara beriringan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kini kita ingin bangun talenta dan industrinya, dan inilah yang kami tawarkan kepada investor melalui peta jalan yang akan kami jabarkan bersama,” ujar Sigit dalam konferensi pers, Senin (19/10/2026).

Enam Sektor Jadi Fokus Peluang Investasi

Dalam DTIIF 2026, jajaran direksi Danantara akan memaparkan portofolio dan peluang investasi pada enam sektor strategis, yakni energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan buatan, infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Sigit mengatakan, pembahasan forum akan diarahkan untuk mempercepat penerapan teknologi dan inovasi guna mendukung industrialisasi nasional.

“Pembahasan nantinya diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam mendukung industrialisasi nasional,” katanya.

Menurut Sigit, tindak lanjut forum akan difokuskan pada realisasi kemitraan dan proyek investasi. Karena itu, capaian DTIIF tidak hanya dinilai dari pelaksanaan acara, tetapi juga dari hasil konkret yang terwujud setelah forum berakhir.

“Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah forum berakhir. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek dari forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata,” lanjut Sigit.

Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi dan Pakar Teknologi

DTIIF 2026 dijadwalkan menghadirkan Peter Howitt, peraih Nobel Ekonomi 2025 sekaligus Profesor Emeritus dari Brown University, Amerika Serikat. Penelitiannya membahas hubungan inovasi teknologi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Howitt dikenal melalui gagasan creative destruction, yakni proses ketika teknologi dan model bisnis baru menggantikan pendekatan lama. Konsep tersebut relevan dengan pembahasan mengenai peran inovasi dalam mendorong perubahan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi.

Pembicara lainnya adalah Thomas J. Sargent, peraih Nobel Ekonomi 2011 sekaligus Profesor Ekonomi dari New York University, Amerika Serikat. Penelitiannya berfokus pada makroekonomi, termasuk keterkaitan ekspektasi pelaku ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta kinerja perekonomian.

Selain akademisi, forum ini akan menghadirkan perwakilan lembaga riset dan industri energi untuk membahas penerapan hasil penelitian ke skala industri. Mereka antara lain Kikuo Kishimoto, Direktur Technology and Innovation Strategy Center (TSC) NEDO sekaligus Profesor Emeritus Institute of Science Tokyo; Gerhard Salge, Global Chief Technology Officer Hitachi Energy; serta César A. Hidalgo, Direktur Center for Collective Learning Toulouse School of Economics yang dikenal melalui kajian economic complexity.

Libatkan Perusahaan Teknologi Global dan Pelaku Usaha Nasional

Dari sektor teknologi, sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir meliputi Harsh Dhand, Director of AI and Research Partnerships Google APAC, serta Jasmine Begum, General Manager Government Affairs and Public Policy Microsoft ASEAN.

Perusahaan nasional juga akan berpartisipasi melalui Nanang Hendarno, Presiden Direktur Telkom Indonesia, dan Oki Muraza, Wakil Presiden Direktur sekaligus Deputy Chief Executive Officer Pertamina.

Partisipasi industri mencakup perusahaan teknologi global seperti Arm, Airbus, IBM, Thales, dan AWS. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan pelaku usaha nasional, termasuk PAL, Len, GoTo, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, turut dilibatkan.

Kehadiran perusahaan dan lembaga riset tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong penerapan teknologi dalam kegiatan industri. Melalui forum ini, Danantara menargetkan terbentuknya kemitraan dan proyek investasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung penguatan industri berbasis teknologi di Indonesia.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update