Senin, 19 Okt 2026 NewsBankBisnisKeuanganInvestasi
Breaking
Beranda › News
News

Bahlil Minta Kapolri Tindak Penimbun Solar Subsidi yang Picu Antrean Panjang di SPBU

✍️ Laila Amalia 🕒 16 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Bahlil Minta Kapolri Tindak Penimbun Solar Subsidi yang Picu Antrean Panjang di SPBU
Bahlil Minta Kapolri Tindak Penimbun Solar Subsidi yang Picu Antrean Panjang di SPBU Foto: CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati

NasabahPintar.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional masih aman, yakni cukup untuk 16 hingga 18 hari. Ia menjelaskan antrean panjang di SPBU sejumlah wilayah dipicu oleh perilaku sebagian orang yang membeli BBM subsidi dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Hal itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

“Itu ada saudara-saudara kita yang memang, ya mohon maaf ya, perilakunya tidak berubah. Yang ngantri mobil Pajero atau ngantri mobil yang diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual. Ya saya minta tolong sama Pak Kapolri (Suyudi Ario Seto),” terang Bahlil saat Konfrensi Pers di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Minta Polri Tindak Penimbun

Bahlil secara terbuka meminta Kapolri Suyudi Ario Seto menindak praktik tersebut. “Pak, kalau begini ditindak aja, Pak, diproses hukum. Masa minyak BBM solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan harga industri. Itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara. Itu kira-kira,” kata Bahlil melapor ke Kapolri Suyudi.

Ia mencontohkan kejadian di Makassar, ketika kendaraan bagus seperti Pajero mampu menampung BBM hingga 700 sampai 1.000 liter. “Itu artinya apa? Mereka nampung kan kemudian dijual lagi, itu maksudnya. Ya kalau begini pasalnya ya sudah jelas itu, aparat penegak hukum yang mengerti pasalnya ya. Saya bukan Menteri Hukum ini,” tegas Bahlil.

Distribusi Jawa Timur ke Bali Jadi Perhatian

Bahlil mengaku telah menerima laporan langsung dari PT Pertamina (Persero) mengenai kondisi BBM terkini. Secara nasional, stok berada di level 16-18 hari. “Secara stok nasional BBM di 16-18 hari. Insya Allah aman, yang Pertamina laporkan tadi distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat yang terkait dengan kapal. saya memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi konisi yang tidak diinginkan di daerah,” terang Bahlil dalam Konfrensi Pers di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Pergeseran Konsumen ke Pertalite

Stok 16-18 hari tersebut berlaku untuk BBM jenis RON 90 atau Pertalite. Adapun Solar, RON 92, RON 95, dan RON 98 disebut tidak bermasalah. Penyebab menipisnya stok Pertalite adalah perpindahan pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Bulan lalu, Kementerian ESDM mencatat stok nasional masih 18-20 hari, sedangkan pekan ini turun menjadi 16-18 hari.

“RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue, enggak ada masalah. Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90. Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai 92 dan 95, itu shifting ke 90 karena harganya kan cukup, berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya,” jelas Bahlil.

“Tapi secara standar nasional, clear. Mungkin untuk mencapai di angka 20 itu, ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai, tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak. Itu masih oke,” tanda Bahlil.

LA
Laila AmaliaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update